Minggu, 01 Juli 2012

Doa Pembersih Dosa

Inilah Doa Pembersih Dosa.

 

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

Sahabatku tercinta ada hal sederhana yang mudah kita lakukan setiap selesai shalat. Hanya butuh waktu lima menit kurang lebih tetapi menjadi "mimsakhohthul dzunuubi" pembersih dosa-dosa kita, kecuali dosa besar wajib disertai tobat.

Dari Abu Hurairah,  Rasulullah bersabda, "Siapa yang membaca subhanallah setiap selesai shalat 33 kali, membaca Alhamdulillah 33 kali, dan membaca Allahu Akbar 33 kali sehingga jumlah 99 Kali, kemudian ia menggenapkannya 100 kali dengan membaca La Ilaaha Illalaah Wahdahu la Syariika Lahu Lahul  Mulku wa Lahulhamdu Yuhyi wa Yumiitu wa Huwa Alaa Kulli Syain Qodiir. Maka segala kesalahannya akan diampuni meskipun "mitsla jabadil bahri" seperti buih di lautan banyaknya". (HR Muslim).

Subhanallah betapa besar rahmat cinta kasih sayang dan magfiroh ampunan Allah  untuk kita semua, padahal baru sekali baca saat selesai sholat, bayangkan kalau dibaca setiap selesai sholat, sebelum tidur, saat dijalan dan setiap kesempatan alangkah bersih terangnya hati-hati mukmin itu.

Karena itu sahabatku berjanjilah setiap selesai shalat tidak beranjak sebelum membacanya. Insya Allah... Aamiin.

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/pojok-arifin-ilham/12/07/01/m6d0fm-inilah-doa-pembersih-dosa

 

Ada Apa di Dalam Ka'bah? Inilah Jawabannya.

 

Tak sembarang orang yang bisa memasuki Ka'bah. Oleh sebab itu, banyak yang bertanya, apa sebenarnya yang ada dalam Ka'bah itu ? Apa benar dalam Ka'bah masih tersimpan berhala-berhala zaman dulu sebagaimana yang dituduhkan kaum perusak Islam?

Sebagaimana yang diperlihatkan dokumenter Kerajaan Arab Saudi, isi dalam Ka'bah hanya berupa ruangan kosong. Bahagian dalam Ka'bah terdapat tiga pilar dari kayu gaharu terbaik. Panjang satu pilar sekitar seperempat meter atau setengah meter berwarna campuran antara merah dan kuning. Ketiga pilar ini berjejer lurus dari utara ke selatan.

Pada awal abad ini (tahun 2000-an), bagian bawah ketiga pilar retak yang kemudian diperbaiki dengan diberi kayu melingkar di sekelilingnya. Ketiga pilar ini dibuat atas inisiatif Abdullah ibn Al Zubair tiga abad yang lalu. Meski demikian, ketiganya masih tetap kokoh hingga saat ini.

Atap dalam Ka'bah penuh dengan ukiran-ukiran mengagumkan, selain diberi lampu-lampu indah yang terbuat dari emas mumi dan dari per­hiasan-perhiasan indah lainnya. Lantai Ka'bah dibuat dari batu pualam putih.

Dinding Ka'bah bagian dalam dibalut dengan batu pualam war­na-warni dan dihiasi dengan ukiran bergaya Arab. Terdapat tujuh papan yang menempel di dinding ini yang bertuliskan nama-nama orang yang pernah merenovasi atau menambahkan sesuatu yang batu di dalam Ka'bah atau Masjidil Haram.

Dikatakan bahwa tembok Syadzarwan adalah bangunan tambahan pada Ka'bah yang dikerjakan oleh kaum Quraisy. Menurut mazhab Syafi'i dan Maliki, tembok Syadzarwan termasuk bagian Ka'bah, sehingga jamaah haji yang bertawaf harus berada di luarnya. Pendapat sebaliknya dikatakan oleh mazhab Hanafi. Menurut mereka, tembok Syadzarwan bukan merupakan bagian Ka’bah.

Adapun mazhab Hanbali memilih berada di antara dua pendapat di atas. Menurut mereka, menjauhi tembok itu sangat dianjurkan, tetapi seandainya jamaah melakukan tawaf di dalamnya maka tawafnya tetap sah dan tidak sampai rusak.

Yang jelas, belum diketahui secara pasti kapan pertama kali tembok Syadzarwan dibangun. Setiap kali Masjidil Haram dipugar, tempat-tempat di sekitarnya juga dipugar. Yang pasti, tembok Syadzarwan mengalami pemugaran pada tahun 542 H, 636 H 660 H, dan 1010 H.
 

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/12/06/29/m6cbx2-ada-apa-di-dalam-kabah-inilah-jawabannya

Teknik Dasar Fotografi

Teknik Dasar Fotografi.
Mengenal 3 Elemen Dasar Fotografi (III).
Di tulisan sebelumnya kita membahas dua elemen dasar dari Segitiga Fotografi, yakni ISO dan Aperture. Nah, di bagian terakhir ini kita akan bahas elemen yang ketiga dari teknik dasar fotografi: Shutter Speed.
 Secara definisi, Shutter Speed atau dalam bahasa Indonesia disebut Kecepatan Rana, adalah rentang waktu saat shutter di kamera Anda terbuka. Secara lebih mudah, shutter speed berarti waktu dimana sensor kita ‘melihat’ subyek yang akan kita foto.

Bahasa simpelnya shutter speed adalah waktu antara kita memencet tombol shutter di kamera sampai tombol ini kembali ke posisi semula.

Pada waktu kita menjepret, shutter akan terbuka selama beberapa waktu sehingga sensor bisa merekam cahaya yang masuk melalui lensa. Durasi pembukaan shutter inilah yang dikenal sebagai Shutter Speed .

Logikanya, semakin lama shutter dibuka akan semakin banyak cahaya yang masuk. Dan sebaliknya semakin cepat shutter dibuka maka makin sedikit cahaya yang terekam.

Satuan dari shutter speed adalah detik. Satuannya lebih mudah dipahami ketimbang satuan Aperture. Untuk mengurangi banyaknya cahaya yang masuk menjadi setengah sebelumnya, waktu shutter speed tinggal di bagi 2. Dan sebaliknya, untuk menambah cahaya menjadi 2 kali sebelumnya tinggal di kalikan 2.

Jika kita memilih 1/100, shutter akan terbuka selama 1/100 detik. Begitu pula dengan jika kita memilih shutter speed 2, maka shutter akan terbuka selama 2 detik. Yang perlu diingat adalah, semakin lama kecepatan shutter, jumlah cahaya yang masuk akan semakin banyak. Semakin besar angkanya, maka kecepatan shutter akan semakin tinggi (shutter akan semakin cepat membuka dan menutup).

Pada kamera DSLR Canon EOS 500D misalnya, shutter speed yang dapat digunakan adalah 30 detik hingga 1/4000 detik. Rentang nilai shutter speed pada kamera tipe/ merk lain kurang lebih sama.
Namun pada beberapa kamera pro (seperti Canon EOS 7D), kecepatan shutter speed-nya bisa sampai 1/8000 detik. Cukup cepat untuk memotret peluru yang melesat.

Teknis dengan menggunakan shutter speed yang rendah (slow speed), biasanya digunakan pada kondisi kurang cahaya. Shutter dibuka lebih lama agar kamera dapat mengumpulkan cukup cahaya untuk menghasilkan gambar yg kita inginkan.

Jika kita memotret suatu scene dengan beberapa obyek yang bergerak, akan menghasilkan sebuah efek baru yang keren. Misal memotret lalu lintas di malam hari menimbulkan efek jalur cahaya/ lightrail. Lampu dari mobil2 yang berseliweran akan direkam dalam sensor.

Namun ketika memotret dengan slow speed, kita memerlukan sebuah tripod untuk menopang kamera kita. Jika tidak, maka foto yang dihasilkan akan blur karena kamera pasti akan goyang. Manusia normal tidak akan kuat berdiri diam memegangi kamera selama beberapa detik tanpa goyang.

Pada kamera-kamera DSLR juga terdapat pilihan 'bulb' yang ditandai dengan huruf B. Dengan menggunakan bulb, artinya kecepatan terbuka dan tertutupnya tirai di tentukan sendiri oleh klik telunjuk kita pada tombol shutter.

Pilihan bulb ini dapat menjadi alternatif ketika kita tidak menemukan shutter speed yang disediakan oleh DSLR. Tapi yang perlu diingat, dalam menggunakan bulb terkadang memang membutuhkan naluri yang kuat.

Demikianlah penjabaran dari tiga elemen dasar fotografi yang dikenal sebagai Segitiga Fotografi. Bawa terus kamera Anda dan jangan pernah ragu untuk selalu memotret. Salam Jepret...!!

http://teknologi.inilah.com/read/detail/1877527/mengenal-3-elemen-dasar-fotografi-iii