Jumat, 29 Juni 2012

Ini Tanda Anda Betul-betul Stres.

Apakah rambut Anda rontok berlebihan dalam beberapa pekan ini? Tengoklah ke belakang apa yang terjadi pada Anda. Apakah dikejar tenggat pekerjaan demi bisa berlibur dengan tenang sehingga  Anda tertekan? Atau tuntutan kebutuhan menjelang tahun ajaran baru "memusingkan" Anda?

Rambut rontok, menurut sebuah situs kesehatan rodale.com, adalah salah satu tanda stres menyerang Anda. Stres, kata situs ini, muncul dalam gejala yang bervariasi. Bahkan, tulis mereka, mereka yang mengalaminya kerap tak menyadari dirinya tengah dilanda stres.

Situs ini membeberkan sejumlah tanda fisik yang patut dicurigai sebagai tanda Anda mengidap stress serius. Jika mengalami dua atau lebih gejala di bawah ini, Anda disarankan untuk mendapat bantuan pakar secepatnya:

Muntah  

 
Dalam buku terbarunya, On the Brink, mantan Menteri Keuangan Amerika Serikat, Henry Paulson, mengaku stres berat selama puncak krisis keuangan tahun 2008. Ia mengaku kerap mual-mual. Ia bahkan kerap mengalami gejala ini di depan para staf bahkan saat pertemuan dengan Kongres. Secara medis, stres dan kecemasan bisa memicu mual hingga muntah dan kondisi ini disebut "sindrom muntah siklik" suatu kondisi di mana orang mengalami mual dan muntah selama jangka waktu tertentu, mulai pada saat yang sama setiap hari. Carilah cara untuk menenangkan diri atau menghilangkan sumber stres Anda, seperti berlatih meditasi dan mencoba bersikap lebih tenang.

Rambut rontok

 
Ada beberapa alasan bahwa rambut Anda bisa rontok, dari genetika hingga pengaruh obat. Namun stres adalah salah satunya. Di antara kondisi yang berhubungan dengan stres hingga berakibat rambut rontok adalah alopesia areata, yaitu suatu gangguan autoimun ketika sel darah putih menyerang folikel rambut sehingga menyebabkan rambut rontok. Kondisi lain dipicu oleh stres yang memiliki hasil yang lebih ekstrem disebut telogen effluvium yang pada dasarnya ditandai dengan tiba-tiba kehilangan (sampai 70 persen) rambut. Rambut rontok dapat terjadi beberapa bulan setelah peristiwa stres, misalnya, kematian dalam keluarga atau melahirkan, menurut American Osteopathic College of Dermatology. Namun, kerontokan biasanya akan segera pulih setelah stres berlalu.

Mimisan  
Ada beberapa perdebatan mengenai apakah mimisan yang dipicu oleh stres, tetapi penelitian telah menunjukkan bahwa, dalam beberapa kasus, pasien yang mengalami mimisan dalam situasi mereka mengalami stres. Sebuah artikel pada 2001 di British Medical Journal menunjukkan bahwa gal ini terkait dengan lonjakan tekanan darah yang sangat umum ketika Anda sedang stres. Menyingkir sementara waktu dari hingar-bingar aktivitas rutin Anda, bersikap rileks, dan menyeduh minuman herbal dapat sedikit menolong.

Kehilangan memori

 
Jika Anda menemukan diri Anda tidak bisa mengingat rincian yang baru saja dibahas dalam rapat beberapa menit lalu, bisa jadi efek dari hippocampus Anda menyusut, kata Jeffrey Rossman PhD, seorang psikolog di Massachusetts. Stres kronis dapat mengekspos hippocampus, daerah otak yang mengontrol memori jangka pendek Anda, ke tingkat yang berlebihan dan yang dapat menghambat kemampuan otak Anda untuk mengingat sesuatu. Berurusan dengan akar penyebab stres Anda adalah cara terbaik untuk mendapatkan memori Anda kembali.

Kekebalan tubuh melemah

 
Efek paling nyata bahwa stres tengah menyerang Anda adalah sistem kekebalan tubuh yang lemah. Hal itu terjadi akibat beberapa alasan. Pertama, stres memicu pelepasan catecholemines, hormon yang membantu mengatur sistem kekebalan tubuh. Rilis berkepanjangan hormon ini bisa mengganggu kemampuan mereka menahan gempuran penyakit. Kedua, kata Rossman, kelenjar timus menyusut akibat stres, menekan sel darah putih, dan merusak telomere, gen yang membantu sel-sel kekebalan tubuh bereproduksi.

Keringat berlebihan

 
Semua orang tahu bahwa tubuh berkeringat lebih ketika Anda stres. Beberapa orang yang mengalami stres menderita hiperhidrosis atau keringat berlebihan, terutama di telapak tangan dan kaki, kata Rossman. Yoga dan meditasi dapat membantu mengurangi stres yang berhubungan dengan berkeringat.
 

http://www.tempo.co/read/news/2012/06/29/060413768/Ini-Tanda-Anda-Betul-Betul-Stress

Minggu, 24 Juni 2012

Hampir 100% Wanita Selingkuh tidak Ketahuan
 
Hampir 100% dari wanita yang berselingkuh dari pasangan mereka, ternyata tidak pernah ketahuan. Tapi tentu ini bukan sebagai bentuk dukungan terhadap bentuk 'penghianatan' ini.
 
Berdasarkan survei, faktanya hanya 17% dari wanita yang berselingkuh ‘tertangkap’ oleh pasangannya karena mereka tidak pandai menutupi aksinya tersebut. Penelitian yang dilakukan oleh sebuah situs kencan dengan melibatkan pasangan yang sudah menikah menemukan fakta bahwa 95% wanita dan 83% pria mengklaim berhasil melakukan pertemuan ilegal tanpa pasangan mereka tahu atau curiga.

UndercoverLovers meminta 3.000 wanita dan 3.000 pria yang mengaku pernah berselingkuh dan menemukan bahwa 89% pasangannya tidak pernah mengetahui jika mereka diselingkuhi.

Menurut Dr David Holmes, seorang psikolog di Manchester Metropolitan University, perempuan yang berselingkuh sangat bisa menyembunyikan aksinya dari pria pasangannya. Mereka memiliki trik berbeda dalam berselingkuh daripada yang pria lakukan. Penelitian terbaru menunjukkan angka itu sekitar 20% untuk pria dan sedikit di atas 15% untuk perempuan.

"Perempuan adalah pembohong yang lebih baik karena mereka secara psikologis lebih canggih," kata Holmes kepada Daily Mail, seperti dikutip dari time of india. "Secara emosional mereka membuat rencana dan memiliki strategi, sementara kaum pria lebih impulsif. Perbedaan terbesar adalah bahwa perempuan jauh lebih baik menjaga rahasia mereka," katanya lagi.

Emily Paus Pecinta Undercover, yang memiliki lebih dari 650.000 anggota, juga mengatakan bahwa perempuan adalah pembohong yang lebih baik dibandingkan lawan jenisnya. "Banyak anggota kami, baik laki-laki dan perempuan, telah berselingkuh selama bertahun-tahun tanpa ketahuan," katanya. "Penelitian telah menunjukkan bahwa perempuan sebenarnya pembohong yang lebih baik daripada pria," tambah Paus
 
http://gayahidup.inilah.com/read/detail/1875445/hampir-100-wanita-selingkuh-tidak-ketahuan

Sabtu, 23 Juni 2012

Kurangi Kecemasan Anak dengan Tayangan Televisi.
Menonton acara televisi bisa membantu mengurangi stres dan kecemasan anak-anak yang akan menjalani pengobatan, seperti pengangkatan kutil atau pengobatan lainnya.

Sebuah penelitian dilakukan karena setiap klinik pengobatan anak-anak selalu mengalami masalah serupa yaitu pasien anak-anak menjadi sangat cemas dan ketakutan ketika mulai akan diobati. Ini dinilai menjadi hambatan dalam proses pengobatan.

Hasil penelitian menemukan, bahwa tayangan film kartun seperti Barney dan Kung Fu Panda setidaknya bisa mengurangi atau menghilangkan kecemasan para anak-anak sehingga mereka bisa melalui pengobatan dengan tenang dan lancar. Metode ini dinamakan Cryotherapy,

"Dalam klinik, anak-anak menangis dan menjerit sudah menjadi pemandangan umum, tapi ini mempengaruhi semua orang di klinik termasuk si anak sendiri," kata Dr Hong Liang Tey, yang memimpin penelitian di Pusat Kulit Nasional Singapura seperti dikutip dari Reuters. 

Penelitian mengambil sample 35 anak dengan usia 2-6 tahun yang akan melakukan operasi pengangkatan kutil di tubuh mereka. Kepada anak berusia 2-4 tahun diberi tayangan Barney, sedangkan anak berusia 5-6tahun di antaranya diberi suguhan film kartun Kung Fu Panda
.
Tiga belas anak-anak menonton sebelum menjalani pengobatan, sedangkan 15 di antaranya tanpa menonton. Tujuh sisanya baik-baik saja menjalani pengobatan dengan atau tanpa menonton.Hasilnya, menurut temuan yang dipublikasikan dalam Archives of Dermatology, 15 anak yang diobati tanpa menonton televisi ditemukan kondisi mentalnya 'sangat cemas' sebelum pengobatan mereka, berdasarkan skor mereka pada skala penilaian kecemasan
.
Sebagai perbandingan, sementara lima dari 13 anak-anak yang menonton video ditemukan masih sangat cemas.Para peneliti juga menemukan dibutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk pengobatan terhadap anak-anak yang tidak menonton video ketimbang anak-anak yang menonton sebelumnya. Yaitu ada perbedaan sekitar 3-5 menit, tapi perbedaan itu bisa saja karena kebetulan
.
Menurut Dr Anuradha Patel, seorang ahli anestesi pediatrik di New Jersey Medical School di Newark, penemuan ini sebenarnya bukanlah hal baru dan mengejutkan. Karena sudah banyak klinik dan rumah sakit menggunakan metode itu kepada anak-anak sebelum melakukan pengobatan terhadap mereka
.
Tapi menemukan cara meringankan kecemasan pada anak-anak tanpa menggunakan obat adalah penting, ketimbang membiarkan si anak-anak terus gelisah dan berteriak. itu juga sangat tidak baik bagi psikologis mereka."Kami memilih cryotherapy dalam pengangkatan virus kutil karena ini adalah prosedur yang sangat umum dilakukan. Hasilnya dapat diekstrapolasikan untuk berbagai prosedur medis pada anak, dermatologi dan non-dermatologis," kata Tey.

http://gayahidup.inilah.com/read/detail/1874995/kurangi-kecemasan-anak-dengan-tayangan-televisi