Minggu, 17 Februari 2013

contoh kasus pelanggaran etika bisnis

Amazon Diminta Jelaskan Pelecehan Pekerja Musiman

 

Pemerintah Jerman menuntut penjelasan dari perusahaan ritel online, Amazon, setelah sebuah film dokumenter menunjukkan pelecehan terhadap pekerja musiman oleh penjaga keamanan Amazon. Film dokumenter yang dibuat oleh stasiun televisi negara, ARD, memperlihatkan kamar karyawan yang digeledah saat makan pagi dan karyawan terus diawasi setelahnya.

“Kecurigaan sangat berat. Karena itu, seluruh fakta harus diletakkan di atas meja seceta mungkin,” kata Menteri Tenaga Kerja Jerman, Ursula von der Leyen sebagaimana dikutip dari BBC. Von der Layer mengatakan, beberapa agen tenaga kerja bisa kehilangan izin operasi akibat pelecehan tersebut.

Film dokumenter tersebut menunjukkan kehidupan dan kondisi kerja para pekerja yang dibawa dari agen tenaga kerja untuk membantu perusahaan yang sibuk saat natal, terutama di gudang Amazon di Bad Hersfeld, negara bagian Hesse, Jerman. Para pekerja hidup di sebuah tempat yang sempit dan jauh dari gudang Amazon pada hari libur. Tempat tinggal mereka bahkan tidak bisa dicapai oleh bus umum.

Kebanyakan pekerja di sana didatangkan dari Spanyol dan Polandia. Dalam film itu, pekerja yang berasal dari luar Jerman menerima perlakuan paling buruk dari penjaga keamanan yang dipekerjakan oleh sebuah perusahaan swasta, Hensel European Security Services. 

Perusahaan keamanan itu dikontrak oleh agen tenaga kerja lain, bukan dikontrak langsung oleh Amazon. Mereka juga telah membantah bahwa mereka memberikan perlakuan yang buruk kepada para pekerja.

Sementara Amazon, menyatakan akan segera menindaklanjuti laporan tersebut. “Kami akan menindaklanjuti setiap insiden di pusat logistik kami dan lingkungan tempat pekerja tinggal akan menjadi perhatian kami. Dan jika diperlukan, kami akan melakukan perbaikan secara menyeluruh,” kata Amazon dalam keterangan persenya.

http://www.tempo.co/read/news/2013/02/17/090461929/Amazon-Diminta-Jelaskan-Pelecehan-Pekerja-Musiman

Minggu, 03 Februari 2013

contoh pelanggaran etika bisnis

Wah, Iklan Coca Cola Terbaru Ini Dinilai Rasis!

Kelompok Arab-Amerika menentang penayangan iklan Coca Cola terbaru di Amerika. Penyebabnya, mereka merasa dilecehkan dan tak terima dengan materi iklan. Dalam iklan tersebut, ditampilkan adanya kompetisi untuk mendapatkan Coca Cola di sebuah padang pasir.

Yang disesalkan kelompok ini adalah figur yang ditampilkan, yaitu para pria Arab, para koboi, wanita penari Las Vegas, juga pengendara motor a la film Mad Max. Mereka sama-sama berada di padang pasir tandus, dan sedang berlomba untuk mendapatkan Coca Cola dingin yang menyegarkan.

Namun adanya perbedaan tunggangan, yang menampilkan orang Arab dengan unta, membuat beberapa pihak tak terima. Apalagi selama ini, negara Arab sering dicitrakan dengan cap khusus. "Mengapa Arab selalu ditampilkan dalam figur raja minyak, alim ulama, teroris, ataupun penari perut?" kata Warren David, ketua American-Arab Anti-Discrimination Committee atau ADC.

Opini tersebut diperkuat lagi oleh Imam Ali Siddiqui, ketua Muslim Institute for Interfaith Studies. "Iklan soda ini rasis, menggambarkan orang Arab yang terbelakang sambil membawa unta, dan mereka tidak punya kesempatan untuk jadi yang paling unggul di dunia," ungkapnya dalam surat elektronik pada media Daily Mail.

"Apa pesan yang dikirimkan dari sini? Jelas jika Arab memiliki standar berbeda jika dibandingkan dengan karakter lainnya dalam iklan ini," kata Abed Ayoub yang menangani bidang hukum dan kebijakan ADC, seperti dimuat Daily Mail (31/01/2013). Ronald Goodstein dari McDonough School of Business at Georgetown University juga menyayangkan iklan ini, yang dianggapnya menyinggung masyarakat Arab.

Namun hal tersebut dibantah pihak Coca Cola. Melalui juru bicaranya Lauren Thompson, iklan ini menyatakan jika Coca Cola merupakan produk yang dinikmati orang dari beragam latar belakang. Adanya kompetisi untuk mendapatkan Coca Cola dingin tersebut merepresentasikan optimisme dan semangat untuk mewujudkan suatu tujuan.

Diperkirakan, iklan ini ditonton lebih dari 100 juta orang di Amerika. Dalam akhir iklan ini, penonton bisa melakukan voting untuk menentukan siapa akhirnya yang bisa mendapatkan Coca Cola dan mengalahkan pesaingnya.

http://food.detik.com/read/2013/02/01/133252/2158606/297/wah-iklan-coca-cola-terbaru-ini-dinilai-rasis?d991104284top

Kamis, 20 Desember 2012

Tiga Alasan Islam Menolak Isu Kiamat di 21-12-2012.

Tiga Alasan Islam Menolak Isu Kiamat di 21-12-2012.

Ramalan akan terjadinya kiamat esok, 21 Desember 2012 menjadi kajian yang tak pernah habis-habisnya. Sistem penanggalan Kalender Bangsa Maya, yang menurut mereka sebagai kalender paling akurat di bumi menyatakan kiamat akan terjadi besok.

Namun, secara tegas ilmuwan Islam membantah hal tersebut. Isu kiamat tersebut dinilai tidak sesuai dengan keyakinan umat Islam, seperti tafsir rukun iman yang ke lima. Inilah tiga dalil utama para ulama dalam membantah terjadinya kiamat tersebut.

Pertama, Kapan terjadinya hari kiamat merupakan salah satu dari perkara-perkara ghaib yang hanya diketahui Allah semata. Firman Allah, “Katakanlah: “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah”, dan mereka tidak mengetahui kapan mereka akan dibangkitkan.” (QS An-Naml: 65).

Maka ayat ini tegas menunjukkan tidak ada satupun makhluk yang mengetahui perkara ghaib, termasuk waktu terjadinya hari kiamat. Kalaupun Allah memberitahukan waktunya kepada makhluk-Nya, niscaya yang paling pertama kali tahu adalah nabinya.

Namun, tatkala malaikat Jibril yang menyamar sebagai arab badui datang bertanya kepada Nabi SAW tentang kapan terjadinya hari kiamat, beliau hanya menjawab, “Orang yang ditanya tidak lebih tahu tentangnya daripada yang bertanya.” (HR Bukhari dan Muslim). Artinya, Jibril dan Rasulullah SAW sama-sama tidak tahu tentang kiamat.

Alasan kedua, kiamat tidak datang tiba-tiba, akan tetapi ada tanda-tanda besar sebagai peringatan akan terjadinya kiamat tersebut.

Rasulullah bersabda, “Tidak akan terjadi hari kiamat hingga kalian melihat sepuluh tanda.” Lalu beliau menyebutkan: Dukhan (kabut), Dajjal, Daabbah (binatang yang bisa berbicara), terbitnya matahari dari tempat terbenamnya, turunnya Isa bin maryam alaihis salam, keluarnya Ya’juj dan Ma’juj, terjadinya tiga penenggelaman ke dalam bumi yang terjadi di timur, di barat, dan di jazirah Arab, dan yang terakhir adalah keluarnya api dari Yaman yang menggiring manusia ke tempat berkumpulnya mereka.” (HR Muslim).

Dari tanda-tanda yang disebutkan, masih banyak yang belum terjadi. Jadi mustahil kiamat akan berlangsung 21 Desember esok.

Sebagai contoh, Dajjal yang disebutkan dalam riwayat Muslim akan keluar setelah terjadinya peperangan besar yang berakhir dengan dikuasainya konstantinopel. Dajjal akan dibunuh Nabi Isa dan selanjutnya Nabi Isa akan tinggal selama 40 tahun.

Rasulullah bersabda, “Lalu beliau (Isa bin Maryam) menetap (di bumi) selama 40 tahun, kemudian beliau wafat dan jenazahnya dishalatkan oleh kaum muslimin.” (HR Abu Daud dan Ahmad, dishahihkan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar).

Nabi Isa dan Dajjal sesuatu yang belum terjadi. Apalagi masa setelah terbunuhnya Dajjal, Nabi Isa akan hidup bersama ummatnya selama 40 tahun. Jadi mustahil kiamat akan terjadi 21 Desember esok.

Ketiga,  Islam menolak segala jenis bentuk ramalan, termasuk ramalan tentang kiamat yang dilontarkan bangsa Maya.

Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang mendatangi dukun atau peramal lalu membenarkan ramalannya maka sungguh dia telah kafir kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad shallallahu alaihi wasallam.” (HR Ahmad).

Hadits ini jelas menunjukkan bahwa orang yang mempercayai ramalan baik yang  berkenaan dengan masa lalu maupun masa yang akan datang, maka sungguh dia telah kafir keluar dari Islam karena dia telah mendustakan Alquran yang di dalamnya terdapat banyak ayat yang menegaskan tidak ada yang mengetahui perkara ghaib kecuali Allah. Wallahu’alam.

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/12/12/20/mfbf0c-tiga-alasan-islam-menolak-isu-kiamat-di-21122012-1