Senin, 04 Juni 2012

Kaspersky temukan malware berbahaya "Flame"

Para ahli Kaspersky Lab dalam penelitian yang digagas International Telecommunication Union (ITU) menemukan malware berbahaya yang dirancang untuk kegiatan mata-mata siber, Worm.Win32.Flame.

Program itu mampu mencuri informasi berharga, tidak terbatas pada isi tambilan komputer, tetapi juga menyasar informasi mengenai sistem, file-file yang disimpan, data kontak, bahkan percakapan, kata Kaspersky Lab dalam pernyataannya, Kamis.

Riset independen dilakukan oleh ITU dan Kaspersky Lab setelah serangkaian kejadian terkait program malware lain, yang belum diketahui namun sangat merusak.  Nama kode "Wiper" yang menghapus data pada beberapa komputer di wilayah Asia Barat.

Malware ini belum diketahui namun saat menyelidiki, para ahli Kaspersky Lab menemukan malware tipe baru, yang dikenal sebagai "Flame".Temuan awal mengindikasikan malware ini telah ada selama dua tahun yaitu sejak Maret 2010. Namun karena kerumitannya yang ekstrim, juga sifat penyerangannya, tidak ada software keamanan yang bisa mendeteksinya.

Meskipun fitur "Flame" berbeda dibandingkan dengan senjata cyber terkenal lain sebelumnya, seperti "Duqu" dan "Stuxnet", namun dari geografis serangan, penggunaan kerentanan software tertentu serta targetnya yang selektif, mengindikasikan bahwa malware itu tergolong sebagai senjata siber super.

Mengomentari "Flame", Eugene Kaspersky, CEO dan pendiri Kaspersky Lab mengatakan,“Risiko perang cyber menjadi salah satu topik serius dalam hal keamanan informasi beberapa tahun ini. "Stuxnet" dan "Duqu" berasal dari satu rantai penyerangan, yang memunculkan kekhawatiran di seluruh dunia mengenai perang cyber ini."

"Malware 'Flame' sepertinya merupakan fase lain dalam perang ini dan sangat penting untuk dimengerti bahwa senjata cyber seperti ini dapat dengan mudah digunakan untuk menyerang negara mana pun," katanya.

Tujuan utama "Flame" sepertinya menjadi mata-mata siber, dengan mencuri informasi dari mesin yang terinfeksi. Informasi ini kemudian dikirim ke jaringan server "command-and-control" yang berlokasi di berbagai belahan dunia. Informasi yang dicuri bisa berbagai bentuk, seperti dokumen, "screenshots",rekaman audio, dan intersepsi lalu lintas jaringan, dan ini menjadikannya toolkit serangan paling terdepan dan terlengkap yang pernah ditemukan. 

 
Vektor pasti penginfeksian belum terungkap, namun jelas bahwa "Flame" mampu berkembang melalui jaringan lokal menggunakan beberapa metode, termasuk metode kerentanan printer dan infeksi melalui USB seperti halnya Stuxnet.


Alexander Gostev, Chief Security Expert Kaspersky Lab, mengatakan,“Temuan awal riset ini, yang diadakan atas permintaan mendesak dari ITU, menegaskan program berbahaya ini sifatnya menyerang target besar. Salah satu fakta yang paling mencemaskan adalah serangan "Flame" ini sekarang berada pada fase aktif, dan operatornya secara konsisten mengawasi sistem yang terinfeksi, mengumpulkan informasi dan menargetkan sistem baru untuk mencapai tujuan yang belum diketahui, kata Gostev.

ITU akan menggunakan jaringan ITU-IMPACT, terdiri dari 142 negara dan beberapa pemain industri, termasuk Kaspersky Lab, untuk memperingatkan pemerintah dan komunitas teknis mengenai ancaman cyber ini dan mempercepat analisa teknis.

http://www.antaranews.com/berita/313599/kaspersky-temukan-malware-berbahaya-flame

Sabtu, 19 Mei 2012

Umat Buddha gelar "kogyu monlam" di Borobudur


Ratusan umat Buddha dari sejumlah daerah di Indonesia dan manca negara menggelar "kogyu monlam" atau doa bersama untuk keselamatan dunia di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat.

Panitia kogyu monlam, Linda Aryam Tiksna di Magelang mengatakan kegiatan ini diselenggarakan Yayasan Karmapa Triyana Dharmacakra dengan acara puja bhakti, pelepasan burung, penyerahan bantuan sembako, dan penanaman pohon bodi.

Ia mengatakan kegiatan yang berlangsung pada 18--20 Mei 2012 di Taman Lumbini Candi Borobudur diikuti sekitar 300 umat Buddha dan 53 bhiksu dari sangha Tantrayana.

Menurut dia, kegiatan tersebut bertujuan untuk mendoakan perdamaian dunia, khususnya Indonesia. Mendoakan untuk kedamaian dan kesejahteraan semua makhluk yang ada di muka bumi.

"Rangkaian kegiatan dengan pemberian bantuan sembako 100 kantong, pelepasan burung dan penanaman pohon bodi sebagai simbol untuk kesejahteraan makhluk," katanya.

Ia menyebutkan, 53 bhiksu tersebut, antara lain berasal dari Nepal, India, Tibet dan Indonesia. Sedangkan umat yang hadir, antara lain dari Jakarta, Surabaya, Jawa Tengah, Palembang, Medan, Batam, Malaysia, Singapura, Hongkong, dan Taiwan.

Linda menuturkan, kegiatan kagyu monlam ini merupakan yang keempat dilaksanakan di Candi Borobudur. Penyelenggaraan di tahun-tahun mendatang rencananya juga akan tetap dilaksanakan di tempat yang sama.

"Kegiatan kogyu monlam ini dipimpin oleh bhiksu Zurmang Drukpa dari Tibet. Selain di Borobudur, kogyu molam juga diselenggarakan di seluruh dunia," katanya.

Ia menjelaskan, monlam adalah jalan untuk melakukan aspirasi agung sebagai suatu latihan darma yang berdasarkan bodhicitta. Latihan ini bertekat untuk mencapai kebuddhaan demi pencerahan dan kebahagiaan semua makhluk.

Ia mengatakan, kegiatan monlam yakni melafalkan berbagai paritta suci seperti berlindung pada tri ratna, aspirasi agung samatha badra, prajnaparamita sutra, doa aspirasi sukhavati, dan pemberkahan suci untuk meningkatkan keberuntungan.

"Puncak kegiatan ini di hari terakhir umat Buddha akan melakukan pradaksina dengan mengelilingi Candi Borobudur. Candi ini merupakan satu-satunya stupa berbentuk mandala terbesar di dunia. Mandala merupakan bukti persembahan tertinggi kepada para Buddha dan bodhisattva," katanya. 

http://www.antaranews.com/berita/311342/umat-buddha-gelar-kogyu-monlam-di-borobudur
Ekonomi Indonesia Ternyata Digerakkan Orang Miskin


Pemerintah agaknya perlu berterima kasih kepada orang-orang miskin. Sebab, merekalah yang ternyata berada di balik cemerlangnya pertumbuhan ekonomi.


Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan selama 2011, perekonomian Indonesia tumbuh 6,5%. Menurut analis Standard Chartered, masyarakat miskin di Indonesia lebih dominan dalam menggerakkan perekonomian dibandingkan masyarakat menengah ke atas.


“Banyak orang mengatakan kebangkitan kelas menengah sebagai motor pertumbuhan ekonomi di Asia. Itu cerita yang banyak didengungnkan, tetapi itu tidak sepenuhnya benar,” ujar Nirgunan Tiruchelvam, analis Standar Chartered Bank sebagaimana dikutip Financial Times.


Menurutnya, di Indonesia masyarakat miskin justru menjadi pendorong ekonomi. Di Indonesia, sebagian besar barang-barang kebutuhan rumah tangga dibeli oleh orang miskin. Pembelian sampo atau sabun lebih mendorong pertumbuhan ekonomi ketimbang mobil atau perhiasan.


Bahkan peningkatan kelas menengah cenderung miring menuju ke kelompok miskin. Karena itulah pertumbuhan barang-barang yang mereka idamkan, seperti sepeda motor, jauh lebih cepat ketimbang yang diidamkan kelas menengah seperti mobil.


Kecenderungan ini akan berlanjut hingga pada 2020 mendatang, yakni 51% dari penjualan barang-barang kebutuhan pokok akan didominasi oleh kelompok miskin. Ini tetap terjadi meskipun ekonomi Indonesia tumbuh hingga 7%.


Barang-barang yang dibeli oleh orang miskin di Indonesia tentu berbeda dengan di negara lain. Di negeri ini, mereka membeli produk pokok seperti mi instan, roti, sabun, dan pakaian dasar. Produsen mengambil untung dari jumlah penjualan yang banyak, meskipun marginnya kecil. 


http://ekonomi.inilah.com/read/detail/1862237/ekonomi-indonesia-ternyata-digerakkan-orang-miskin