Senin, 04 Juni 2012
Sabtu, 19 Mei 2012
Umat
Buddha gelar "kogyu monlam" di Borobudur
Ratusan umat Buddha dari sejumlah daerah di Indonesia dan manca negara menggelar "kogyu monlam" atau doa bersama untuk keselamatan dunia di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat.
Panitia kogyu monlam, Linda Aryam Tiksna di Magelang mengatakan kegiatan ini diselenggarakan Yayasan Karmapa Triyana Dharmacakra dengan acara puja bhakti, pelepasan burung, penyerahan bantuan sembako, dan penanaman pohon bodi.
Ia mengatakan kegiatan yang berlangsung pada 18--20 Mei 2012 di Taman Lumbini Candi Borobudur diikuti sekitar 300 umat Buddha dan 53 bhiksu dari sangha Tantrayana.
Menurut dia, kegiatan tersebut bertujuan untuk mendoakan perdamaian dunia, khususnya Indonesia. Mendoakan untuk kedamaian dan kesejahteraan semua makhluk yang ada di muka bumi.
"Rangkaian kegiatan dengan pemberian bantuan sembako 100 kantong, pelepasan burung dan penanaman pohon bodi sebagai simbol untuk kesejahteraan makhluk," katanya.
Ia menyebutkan, 53 bhiksu tersebut, antara lain berasal dari Nepal, India, Tibet dan Indonesia. Sedangkan umat yang hadir, antara lain dari Jakarta, Surabaya, Jawa Tengah, Palembang, Medan, Batam, Malaysia, Singapura, Hongkong, dan Taiwan.
Linda menuturkan, kegiatan kagyu monlam ini merupakan yang keempat dilaksanakan di Candi Borobudur. Penyelenggaraan di tahun-tahun mendatang rencananya juga akan tetap dilaksanakan di tempat yang sama.
"Kegiatan kogyu monlam ini dipimpin oleh bhiksu Zurmang Drukpa dari Tibet. Selain di Borobudur, kogyu molam juga diselenggarakan di seluruh dunia," katanya.
Ia menjelaskan, monlam adalah jalan untuk melakukan aspirasi agung sebagai suatu latihan darma yang berdasarkan bodhicitta. Latihan ini bertekat untuk mencapai kebuddhaan demi pencerahan dan kebahagiaan semua makhluk.
Ia mengatakan, kegiatan monlam yakni melafalkan berbagai paritta suci seperti berlindung pada tri ratna, aspirasi agung samatha badra, prajnaparamita sutra, doa aspirasi sukhavati, dan pemberkahan suci untuk meningkatkan keberuntungan.
"Puncak kegiatan ini di hari terakhir umat Buddha akan melakukan pradaksina dengan mengelilingi Candi Borobudur. Candi ini merupakan satu-satunya stupa berbentuk mandala terbesar di dunia. Mandala merupakan bukti persembahan tertinggi kepada para Buddha dan bodhisattva," katanya.
http://www.antaranews.com/berita/311342/umat-buddha-gelar-kogyu-monlam-di-borobudur
Ekonomi Indonesia Ternyata Digerakkan Orang Miskin
Pemerintah agaknya perlu berterima kasih kepada orang-orang miskin. Sebab, merekalah yang ternyata berada di balik cemerlangnya pertumbuhan ekonomi.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan selama 2011,
perekonomian Indonesia tumbuh 6,5%. Menurut analis Standard Chartered,
masyarakat miskin di Indonesia lebih dominan dalam menggerakkan perekonomian
dibandingkan masyarakat menengah ke atas.
“Banyak orang mengatakan kebangkitan kelas menengah sebagai
motor pertumbuhan ekonomi di Asia. Itu cerita yang banyak didengungnkan, tetapi
itu tidak sepenuhnya benar,” ujar Nirgunan Tiruchelvam, analis Standar
Chartered Bank sebagaimana dikutip Financial Times.
Menurutnya, di Indonesia masyarakat miskin justru menjadi
pendorong ekonomi. Di Indonesia, sebagian besar barang-barang kebutuhan rumah
tangga dibeli oleh orang miskin. Pembelian sampo atau sabun lebih mendorong
pertumbuhan ekonomi ketimbang mobil atau perhiasan.
Bahkan peningkatan kelas menengah cenderung miring menuju ke
kelompok miskin. Karena itulah pertumbuhan barang-barang yang mereka idamkan,
seperti sepeda motor, jauh lebih cepat ketimbang yang diidamkan kelas menengah
seperti mobil.
Kecenderungan ini akan berlanjut hingga pada 2020 mendatang,
yakni 51% dari penjualan barang-barang kebutuhan pokok akan didominasi oleh
kelompok miskin. Ini tetap terjadi meskipun ekonomi Indonesia tumbuh hingga 7%.
Barang-barang yang dibeli oleh orang miskin di Indonesia
tentu berbeda dengan di negara lain. Di negeri ini, mereka membeli produk pokok
seperti mi instan, roti, sabun, dan pakaian dasar. Produsen mengambil untung
dari jumlah penjualan yang banyak, meskipun marginnya kecil.
http://ekonomi.inilah.com/read/detail/1862237/ekonomi-indonesia-ternyata-digerakkan-orang-miskin
Langganan:
Postingan (Atom)