10 Tips Memotret di Kondisi Cahaya Gelap
Kebanyakan alasan orang-orang
membeli kamera DSLR karena ingin kualitas fotonya meningkat terutama di kondisi
cahaya yang gelap. Kamera DSLR memiliki sensor gambar yang jauh lebih besar
dari kamera compact sehingga potensi mendapatkan hasil foto yang bagus jelas
lebih besar.
Tapi jika tidak bisa menyetting dan mengunakannya dengan baik, maka hasil foto
dengan kamera DSLR tidak akan maksimal juga. Di artikel ini saya akan berbagi
beberapa tips saat memotret di kondisi cahaya yang cukup gelap, misalnya di
dalam ruangan atau saat malam hari.
1. Gunakan ISO tinggi - Saat memotret di kondisi cahaya gelap dan dengan kamera
dalam genggaman, sebaiknya mengunakan ISO tinggi sekitar ISO 800-6400 (tergantung
tingkat cahaya yang ada). ISO tinggi akan membuat kualitas foto menjadi kurang
baik, tapi jika kondisi cahaya sangat gelap dan kita tidak memiliki alat bantu
seperti tripod atau flash, maka satu-satunya cara supaya foto tidak gelap/tidak
tajam adalah mengunakan ISO tinggi.
2. Mode Aperture Priority (A
atau Av) - Mode kamera yang saya andalkan adalah mode A / Av. Mode ini cukup
handal untuk berbagai kondisi, termasuk kondisi cahaya gelap. Jika Anda cukup
berpengalaman, mode Manual (M) juga cukup bagus. Mode A ini cukup praktis. Saat
memotret di kondisi cahaya gelap, putar nilai bukaan ke angka yang kecil
misalnya f/3.5 atau lebih kecil lagi.
Semakin kecil angkanya,
semakin besar bukaan lensanya. Nilai bukaan ini tergantung lensa yang
terpasang. Ada lensa yang bisa membuka sampai f/1.4 tapi kebanyakan lensa zoom
maksimal bukaannya sekitar f/3.5, f/4 atau f/5.6. Bukaan ibaratnya adalah
jendela dalam ruangan. Semakin besar jendelanya, semakin terang ruangannya.
Saat kondisi cahaya gelap, dibutuhkan bukaan yang
besar.
3. Pakai lensa berbukaan besar
- Menyambung dari tips di atas, lensa bukaan besar menguntungkan di kondisi
cahaya gelap. Dengan lensa berbukaan besar, seperti 35mm f/1.8 atau 50mm f/1.8,
kita dapat memasukkan banyak cahaya ke dalam kamera. Saat menggunakan bukaan
yang sangat besar, ISO tidak perlu terlalu tinggi, ISO 400-1600 biasanya sudah
cukup. Efek lain dari bukaan besar yaitu latar belakang yang tidak fokus akan
terlihat blur, sementara subjek yang difokus akan tajam. Ideal untuk portrait
orang/model.
4. Continuous drive - Memotret berturut-turut dapat membantu dalam kondisi
cahaya gelap. Tujuannya adalah untuk mendapatkan satu foto yang tajam. Cara
mengaktifkan foto berturut-turut adalah di menu drive mode. Pilih simbol
kotak-kotak berlapis, lalu saat mengambil foto. Tahanlah tombol shutter/jepret
dan kamera akan mengambil foto berturut-turut. Pilihlah foto yang terbaik dari
beberapa foto yang telah dibuat.
5. Perhatikan arah cahaya yang jatuh ke subjek foto - Amati jatuhnya cahaya ke
subjek. Misalnya saat memotret orang, amati apakah cahaya yang jatuh ke wajah
cukup merata? atau wajahnya tertutup bayangan? Jika memungkinkan, komunikasikan
kepada subjek tersebut untuk menoleh ke arah cahaya.
6. Tunggu momen yang tepat - Jika subjek tidak bisa diatur, maka tunggulah saat
yang tepat untuk memotret. Saat fashion show misalnya, ada waktu 1-2 detik saat
subjek
berpose dan diam. Saat itu adalah saat yang tepat untuk memotret.
7. Mantapkan genggaman - Saat memotret di kondisi cahaya yang sangat gelap,
biasanya shutter speed menjadi cukup lambat. Saat tersebut, kita harus
mantapkan genggaman kamera dan latihan pernafasan yang baik. Tahan nafas dan
hembuskan nafas perlahan saat menekan tombol shutter dengan lembut. Mantapkan
posisi tubuh dan jangan sampai kamera bergetar saat kita menekan tombol
shutter.
8. Efek gerakan - Kita bisa membuat efek orang yang bergerak dengan memasukkan
elemen motion blur. Caranya yaitu mengunakan shutter speed yang agak lambat
kemudian sedikit panning (menggerakkan kamera) sehingga subjek foto dan latar
belakang sedikit blur. Efek gerakan ini kadang berhasil, kadang gagal karena
terlalu blur/goyang.
9. Gunakan tripod - Tripod ideal untuk pemotretan subjek yang tidak bergerak di
malam hari, contohnya seperti foto pemandangan alam, kota, langit atau di dalam
ruangan. Dengan mengunakan tripod, kita tidak kuatir shutter speed lambat
menyebabkan foto blur.
Kita juga bisa mengunakan ISO
terkecil (100/200) untuk mendapatkan hasil foto dengan kualitas yang maksimal.
Tripod tidak akan membantu saat memotret subjek yang bergerak misalnya foto
manusia atau satwa.
10. Gunakan flash/lampu kilat - Jika cahaya yang menyinari subjek tidak bagus
(gelap, merata, warnanya tidak cocok). Maka solusinya adalah dengan mengunakan
flash. Di kamera DSLR biasanya sudah ada lampu kilat yang terpasang (Built-in
flash).
Flash ini bisa membantu menerangi subjek, tetapi biasanya hasilnya keras dan
menghilangkan dimensi subjek. Saya menyarankan mengunakan flash eksternal
(speedlight). Jika memotret di dalam ruangan, arahkan flash ke atas
langit-langit sehingga dapat cahaya akan dipantulkan kembali ke subjek.
Hasilnya adalah cahaya yang lebih lembut dan merata, dimensi subjek juga
terlihat lebih nyata dan alami. Pastikan langit-langit tidak terlalu tinggi
atau memiliki warna yang tidak cocok, karena cahaya yang dipantulkan akan
memiliki warna sesuai dengan warna langit-langit.
http://inet.detik.com/read/2013/07/26/151302/2315660/1279/10-tips-memotret-di-kondisi-cahaya-gelap